WhatsApp Image 2026-04-22 at 09.49.35
Penyembuh Sungai Yang Merintih

Suatu sore Alam pergi ke sebuah sungai  dekat  dengan desanya. Setelah sampai di sungainya wajahnya pun dihiasi dengan senyum yang indah. Sungai Manila, sungai yang memiliki pemandangan yang indah, pohon-pohon yang berjejer rapi dengan daun yang sangat lebat, burung burung berterbangan, dan ada juga beberapa macam bunga serta macam-macam ikan yang berenang di dalam air sungai. Pemandangan tersebut mampu membuat siapapun betah untuk tinggal di sana sambil menikmati indahnya alam.

“ Wahhh, segar sekali udara di sini.Aku sangat menyukai pemandangan disini. Aku akan mengajak temaku datang kesini agar mereka juga dapat menikmati indahnya alam.” Ujarnya sambil memotret pemandangan sungai Manila.

Waktu menunjukan malam segera tiba, Alam pun beranjak dari sana dan pulang kerumahnya. Selama perjalanan menuju rumahnya Alam terus membayangkan pemandangan di Sungai Manila tadi. Dia akan menceritakan tentang sungai Manila kepada teman-temannya dan dia juga memposting beberapa foto pemandangan Sungai Manila ke akun media sosialnya.

3 minggupun sudah berlalu, Alam pergi lagi ke sungai manila, tapi dia tidak pergi sendiri melainkan dia bersama sama dengan teman temannya.

Sesampainya mereka di sungai manila itu, betapa terkejutnya mereka melihat sungai itu. Sampah berserakan dimana mana, ikan ikan di dalam air mati dan mengapung ke permukaan air dan terdapat juga ada sampah di dalam air itu, bunga bunganya pun layu bahkan ada yang mati, dan air yang semulanya jernih menjadi keruh.

Alam sangat terkejut dengan apa yang terjadi, dia menatap sekeliling sungai manila yang terdapat banyak sekali sampah. Alam berfikir sejenak, perasaan 3 minggu yang lalu aku datang kesungai ini tidak seperti ini, tidak ada sampah di sini, airnya pun jernih saja kenapa sekarang menjadi keruh, ikan ikannya pun sekarang sudah mati, dan bunga bunganya sudah tidak ada nyawa sama sekali.

“ Alam apakah betul ini sungai yang kau ceritakan ke kami semua??” Tanya Andre salah satu teman Alam yang ikut untuk pergi melihat sungai manila.

“ Iya Andre, betul ini sungai yang aku ceritakan ke kalian semua. Sungai manila”. Jawabnya sambil menatap satu persatu temannya.

“ Tapi, kenapa sungai ini begitu kotor Alam?? Sedangkan kau bercerita ke kami kau bilang kalu sungai ini sangat bagusdan bersih. Dan pemandangannya pun sangat indah.” Timpal salah satu teman Alam yang lain.

“ Dengarkan aku, biar aku mejelaskannya lagi. Sore itu aku datang ke sungai ini untuk melihat pemandangannya, dan sungai ini sangat bersih, airnya juga jernih tidak keruh seperti yang kita lihat saat ini dan bunga bunganya pun tidak layu dan mati. Bahkan aku sudah menujukan kepada kalian potret pemandangan di sini kan?? Di potret itu sungainya bersih aja tapi kenapa sekarang jadi begini??” Alam menjelaskan kepada temannya agar mereka bias percaya dengan Alam.

“ Apakah ada orang yang membuat sungai ini menjadi seperti ini??.” Alam coba berfikir, mungkin ada orang yang  tidak bertanggung jawab yang membuat sungai manila menjadi seperti ini.

Mendengar pertanyaan yang Alam lontarkan membuat teman temanya juga ikut berfikir mungkin ada benarnya juga yang Alam katakan. Mereka diam dan hanyut dalam pikiran masing masing. Melihat teman temannya hanya berdiam Alam pun membuka suara lagi…

“ Begini saja kita pulang dulu dan kita akan membahas tentang masalah ini. Kita akan mencari tau penyebab dari kerusakan dari sungai ini”.

Teman temannya hanya mengangguk tanda setuju.

Mau sebagaimana pun mereka sebagai generasi muda harus mengambil tindakan bijak jika ada hal semacam ini, jika bukan mereka siapa lagi yang akan mengembalikan sungai manila menjadi sungai yang indah lagi??

“ Begini saja kita akan membahas masalah ini di warung makan dekat sini, sekalian kita mengisi perut.” Dhika salah satu teman Alam memberikan saran dan di setujui oleh yang lain.

 Mereka segera beranjak dari sana dan pergi ke warung makan. Sesampainya mereka di warung makan mereka segera duduk di tempat duduk yang kosong dan memesan makanan. Sambil menunggu pesanan mereka datang mereka pun mulai membahas masalah sungai manila tadi.

“ Aku rasa ada orang yang membuat sungai manila seperti tadi. Dan bukan hanya satu orang orang saja melainkan ada beberapa orang turut ikut merusan sungai itu.” Andre mulai berbicara.

“ Aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh Andre. Pasti ada orang yang tidak bertanggung jawab telah merusak sungai manila. Kita harus segera selidiki penyebab dari kerusakan sungai manila sebelum kerusakannya semakin menjadi jadi. Dan kita juga akan membersihkan sungai manila dan membuat sungai itu menjadi seperti semula.” Alam menimpal dan memberikan usulan kepada teman temannya.

“ Baik, kita akan mencari tau penyebab dari kerusakan sungai manila, kita akan memantau sungai itu dan kita akan menemukan siapa dalang dari masalah ini karena jika kita membiarkan sungai itu rusak sama saja kita merusak bumi walapun bukan kita yang merusaknya, tapi setidaknya kita dapat menjaga alam dan kita akan memberikan pengertian kepada orang yang sudah membuat sugai itu rusak.” Timpal Thomas salah satu dari mereka.

“ Aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh Dimas. Kita akan memulai pemantauan besok sekalian kita akan membersihkan sungainya. Kita akan membeli peralatan kebersihan nanti malam. Setelah kita selesai membersihkan sungai itu besok kita akan memantau siapa orang yang membuat sungai itu rusak.” Daren mengeluarkan pendapat dan mereka pun menyetujui pengadapat tersebut.

Setelah mereka selesai membahas masalah sungai manila, dan mereka juga telah selesai makan  mereka pun pergi dan membeli peralatan kebersihan. Setelah semuanya sudah di beli mereka pulang kerumah mereka masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh dan mempersiapkan hari esok.

Hari yang merka nantikan pun tiba, dimana mereka akan membersihkan sungai manila dan memantau siapa dalang dari kerusakan sungai itu.

Mereka telah tiba di sungai manila pagi sekitar pikul 9.00. Mereka telah mepersiapkan barang-barang yang akan digunakan untuk membersihkan area sungai manila, mulai dari kresek sampah yang besar guna untuk menaruh sampah, alat penyaring kotoran untuk mengambil sampah dan ikan-ikan yang sudah mati yang ada dalam air dan mereka juga membeli beberapa macam bunga untuk mengganti bunga yang sudah mati serta sapu lidi untuk menyapu daun kering yang telah gugur dari pohonnya.

““ Okey, guys kita akan membagi tugas untuk membersihkan area sungai ini. Aku dengan Andre akan mengambil sampah, dan ikan-ikan yang sudah mati dalam air itu, untuk Thomas dan Daren memungut semua sampah yang ada di sini, untuk Dhika dan Sam tolong kalian ganti bunga yang sudah mati dengan bunga yang kita bawa tadi dan untuk Daniel dan Nathan kalian sapu daun kering itu lalu mengumpulkannya dalam keresek sampah yang kita bawa.” Jelas Alam kepada teman temannya.

“ Baiklah kita mulai kerjakan sesuai dengan tugas kita masing masing.” Tamabah Alam.

Mereka pun mulai membersihkan sungai itu sesuai dengan tugas mereka masing masing. Sang raja siang masih menggantung indah di langit, keringat bercucuran membasahi wajah dan baju mereka. Tapi mereka tetap fokus dengan pekerjaan mereka masing masing.

Mereka memilih untuk beristirahat sejenak untuk mengisi perut. Dan setelah itu mereka akan melanjutkan pekerjaan mereka lagi.

Setelah selesai mengisi perut mereka lantas melanjutkan membersihkan suangai manila. Sedang asik mereka bekerja tiba-tiba ada segerombol warga datang ke sungai manila dan membawa keresek yang penuh dengan sampah. Dengan entengnya mereka membuang sampah disitu padahal mereka melihat Alam dan teman temannya sedang membersihkan sungai itu. Hal tersebut mampu menghentikan aktivitas Alam dan teman temannya. Salah satu warga maju dan bertanya kepada mereka .

“ Heii, anak muda apa yang sedang kalian lakukan di sini??” Tanya warga tersebut yang bernama Pak Burhan.

“ Kami sedang membersihkan area sungai ini pak karena banyak sekali sampah di sungai ini sehingga terjadi kerusakan disini, ikan ikannya mati dan juga bunga bunganya pun layu bahkan ada beberapa yang mati juga, air disini pun sangat keruh, padahal saya 3 minggu yang lalu datang kesini dan sungainya tidak seperti ini”. Alam menjelaskan sekaligus mewakili teman temannya untuk menjawab pertanyaan dari pak Burhan.

 “ Untuk apa kalian melakukan semua ini?? biarkan sungai ini menjadi seprti ini, tohh sungai ini juga bukan tempat wisata yang sering di datangi oleh orang, sehingga tidak perlu untuk dirawat dan dijaga.” Ujar bu Siti salah satu warga yang ikut membuang sampah di sungai manila.

“ Begini ya bapak ibu, walaupun sungai ini bukan tempat wisata yang sering orang kunjungi kita tetap harus menjaga dan merawat sungai ini, karena jika kita membiarkan sungai ini rusak, kita akan merusak ekosistem di sini dan bukan hanya itu kita juga dapat merusak alam. Tindakan yang bapak ibu lakukan ini tidak baik dan dapat terkena hukumuan karena telah membuat sungai ini rusak. Jadi kita harus merawat sungai ini dengan baik. Bapak ibu tidak boleh membuang sampah disini lagi atapun barang yang dapat merusak sungai ini.” jelas daren dengan sangat teliti yang membuat warga menganggukan kepala.

“ Apakah di kompleks bapak ibu sekalian tidak di sediakan tempat sampah umum, sehingga kalian membuang sampah di sungai ini dan membuat sengai ini menjadi seperti ini??” Tanya Andre yang di balas gelengan oleh segerombolan warga itu.

“ Baiklah bapak ibu kami akan memberikan bantuan dan megkonsultasikan kepada pihak kebersihan agar di kompleks bapak ibu ada tempat sampah umumnya, supaya bapak ibu sekalian tidak lagi membuang sampah di sungai ini.” jelas Alam lagi dan beberapa warga itu mengangguk setuju dan mengucapkan terimakasih kepada Alam dan teman temannya.

“Terimakasih kalian telah menyadarkan kami tentang betapa pentingnya menjaga dan merawat alam. Kami tidak akan melakukan kesalahan yang serupa lagi yang dapat berdampak buruk bagi alam dan juga kami”. Ujar pak Burhan dengan penuh penyesalan.

Setelah itu segerombolan warga pun pulang kerumah mereka, sebelumnya mereka sempat menawarkan diri untuk ikut membantu membersikan sungai manila, tetapi Alam dan teman temannya menolak keras, dengan alasan sungainya sebentar lagi selesai didibersihkan.

Semuanya telah selesai di bersikan mereka tersenyum penuh bangga dengan hasil kerja. Waktu pun menunjukan sore segra tiba mereka menikmati indahnya pemandangan sungai manila sambil mengobrol ria dan mereka juga mengambil potret sebagai kenangan di sungai manila.

“ Semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini dan dari kejadian kita dapat pelajaran penting walaupun sungai ini bukan tempat wisata yang sering di kunjungi ole banyak orang tapi kita tetap menjaga dan merawatnya. Dan terima kasih untuk kita semua yang telah bekerja keras untuk memulihkan sungai manila ini.” ujar Alam yang dibalas angguka dan senyman dari teman temannya.

Dalam hati mereka berharap semoga tidak ada lagi kejadian yang dapat merusak alam, karena seharusnya alam itu dijaga dan dirawat dengan baik bukan untuk di RUSAK!!

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait